MAKALAH “DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP LAJU PEREKONOMIAN DAN SOSIAL DI INDONESIA'' (Khoirul anam/202020100005/Administrasi Publik/B1/Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
MAKALAH
“DAMPAK KEPADATAN
PENDUDUK TERHADAP LAJU PEREKONOMIAN DAN SOSIAL DI INDONESIA”
NAMA : KHOIRUL ANAM
NIM : 202020100005
PRODI : ADMINISTRASI
PUBLIK (B1)
S1 ADMINISTRASI
PUBLIK
FAKULTAS BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2022/2023
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah yang berjudul “DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP LAJU
PEREKONOMIAN DAN SOSIAL DI INDONESIA”
ini tepat pada
waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah Kebijakan Penduduk.
Selain itu, makalah
ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang dampak kepadatan
terhadap perekonomian dan sosial bagi
para pembaca dan juga bagi penulis. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak HENDRA
SUKMANA ,S.A.P., M.KP. selaku dosen pengampu Mata kuliah Kebijakan
Penduduk dari program
studi Administrasi Publik yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan
bidang studi yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini. kami menyadari, makalah yang saya tulis ini masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan
kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Sidoarjo, 11
November 2022
Khoirul Anam
(202020100005)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jumlah penduduk dapat sebagai potensi maupun menjadi
beban bagi suatu negara. Jumlah penduduk
akan menjadi potensi apabila jumlah penduduk seimbang dengan sumber daya yang
lain serta mempunyai kualitas hidup tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu
wilayah tertentu. Kualitas hidup manusia atau masyarakat dipengaruhi oleh
banyak hal, diantaranya adalah kepadatan penduduk, ketersediaan
fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat,
pola hidup yang dianut oleh masyarakat, norma yang berlaku di suatu daerah dan
lain-lain.
Dalam kenyataannya, kapadatan penduduklah yang sangat
berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, sebab adanya kepadatan penduduk
yang tinggi akan banyak menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan
masalah kependudukan misalnya kemiskinan, perumahan, lapangan pekerjaan dan
lain-lain. Adanya permasalahan yang timbul tersebut akan membawa dampak pada
penurunan kualitas hidup masyarakat.
Dengan keadaan saat ini tingkat fertilitas yang tidak
terkendali maka dapat menghambat pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat. Salah
satu pendekatan ilmu sosial tentang faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas
adalah pendekatan yang dikembangkan oleh Davis dan Blake yaitu pendekatan
variabel antara. Variabel antara adalah variabel yang secara langsung
mempengaruhi fertilitas dan dipengaruhi langsung oleh variabel yang secara
tidak langsung yaitu seperti faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Kondisi sosial
ekonomi berpengaruh terhadap fertilitas yaitu dari sector sosial yaitu
kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan sedangkan sector ekonomi yaitu
pendapatan perkapita.
Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap fertilitas
sendiri memiliki keterkaitan sehingga satu dengan yang lainnya saling
berpengaruh. Dari kemiskinan yang terus meningkat dikarenakan perekonomian
suatu wilayah tersebut tidak stabil, dengan kesehatan yang saat ini mulai
diperhatikan oleh pemerintah dikarenakan dengan jumlah penduduk yang terus
meningkat juga agar kualitas sumberdaya manusia tersebut dapat menerima keadaan
saat ini yang selalu berubah, pendidikan saat ini bukan tentang ilmu
pengetahuan melainkan untuk meningkatkan keahlian seseorang untuk dapat
meningkatkan mutu sumberdaya manusia.
Pekerjaan sangat berpengaruh terhadap penghasilan rumahtangga
yang akan membuat seberapa besar keinginan mereka untuk menambah anak dalam
rumah tangga yang mereka jalani. Tingkat pekerjaan wanita khususnya mempunyai
pengaruh terhadap tingkat fertilitas karena ibu yang bekerja pasti memiliki
tingkat fertilitas lebih rendah dari ibu yang tidak bekerja. Pendapatan
perkapita yaitu keterkaitannya adalah ketika pendapatan seseorang naik akan
semakin besar pengaruhnya terhadap penurunan fertilitas yang terjadi dan
sebaliknya jika memperoleh pendapatan kecil maka mereka akan memiliki banyak
anak untuk dimasa yang akan datang agar mereka mendapatkan pendapatan lebih
besar dan menjadi tumpuan untuk keluarganya. Dengan pendapatan yang mereka
dapatkan akan mempengaruhi suatu keputusan sesesorang dalam merencanakan jumlah
anak.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan
masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.2.1 Bagaimana dampak kepadatan penduduk terhadap laju perekonomian dan
sosial?
1.2.2 Faktor apa saja yang mempengaruhi kepadatan penduduk?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.3.1
Untuk mengetahui dampak dari kepadatan penduduk terhadap laju perekonomian dan
sosial.
1.3.2 Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penduduk
Lembaga BPS dalam Statistik Indonesia menjelaskan bahwa
“Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik
Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurang dari 6
bulan tetapi bertujuan untuk menetap”. Sedangkan menurut said, yang di maksud
dengan penduduk adalah “ jumlah orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah
pada waktu tertentu dan merupakan hasil dari proses-proses demografi seperti
fertilitas, mortalitas, dan migrasi”.
Sedangkan pengertian Penduduk menurut para ahli, adalah
sebagai berikut :
1.
Menurut Jonny Purba, penduduk adalah orang yang matranya
sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan
himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah
negara pada waktu tertentu.
2.
Menurut Srijanti & A. Rahman, penduduk adalah orang
yang mendiami suatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status
kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut.
3.
Menurut Ahmad Yani & Mamat Rahmat, penduduk merupakan
komponen yang sangat penting dalam suatu wilayah atau negara.
4.
Menurut Waluyo, Suwardi, Agung Feryanto, Tri Harhanto,
penduduk merupakan potensi, tetapi sekaligus beban bagi suatu daerah.
5.
Menurut P.N.H Simanjuntak, penduduk adalah mereka yang
bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara.
6.
Menurut Dr. Kartomo, penduduk adalah semua orang yang
mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara
atau bukan warga negara.
7.
Menurut AA Nurdiman, penduduk adalah mereka yang menetap
dan berdomisili dalam suatu negara.
2.2 Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah suatu keadaan yang dikatakan
semakin padat bila jumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin
banyak dibandingkan dengan luas ruangannya (Sarwono, 1992). Kepadatan penduduk
adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah yang dihuni
(Mantra, 2007). Kepadatan penduduk merupakan indikator dari pada tekanan
penduduk di suatu daerah. Kepadatan di suatu daerah dibandingkan dengan luas
tanah yang ditempati dinyatakan dengan banyaknya penduduk per kilometer
persegi.
Jumlah penduduk yang digunakan sebagai pembilang dapat
berupa jumlah seluruh penduduk di wilayah tersebut, atau bagian-bagian penduduk
tertentu seperti: penduduk daerah perdesaan atau penduduk yang bekerja di
sektor pertanian, sedangkan sebagai penyebut dapat berupa luas seluruh wilayah,
luas daerah pertanian, atau luas daerah perdesaan. Kepadatan penduduk di suatu
wilayah dapat dibagi menjadi empat bagian (Kajian Kependudukan, 2015):
1. Kepadatan penduduk kasar (crude density of population)
atau sering pula disebut dengan kepadatan penduduk aritmatika. Kepadatan
Penduduk Kasar (Crude Population Density), yaitu menunjukkan banyaknya jumlah
penduduk untuk setiap kilometer persegi luas wilayah
2. Kepadatan penduduk fisiologis (physiological density).
Kepadatan Fisiologis (Physiological Density), yang menyatakan banyaknya
penduduk untuk setiap kilometer persegi wilayah lahan yang ditanami (cultivable
land)
3.
Kepadatan penduduk agraris (agricultural density).
Kepadatan Agraris (Agriculture Density), menunjukkan banyaknya penduduk petani
untuk setiap kilometer persegi wilayah cultivable land.
4. Kepadatan penduduk ekonomi (economical density of
population). Kepadatan penduduk ekonomis adalah perbandingan antara jumlah
penduduk dengan luas lahan berdasarakan kapasitas produksinya
2.3 Laju Perekonomian dan Sosial
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik
Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2022 mencapai Rp4 919,9
triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 923,7 triliun. Ekonomi
Indonesia triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2021 tumbuh sebesar 5,44 persen
(y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,27 persen. Sementara dari sisi
pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi
sebesar 19,74 persen.
Ekonomi Indonesia triwulan II-2022 terhadap triwulan
sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,72 persen (q-to-q). Dari sisi
produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,15 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
32,00 persen. Penguatan ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2022
terlihat pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi
kontributor utama dengan peranan sebesar 56,55 persen dari ekonomi Nasional,
dengan kinerja ekonomi yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,66 persen (y-on-y)
dibanding triwulan II-2021.
2.4 Dampak Kepadatan Penduduk
terhadap Laju Perekonomian dan Sosial
Kepadatan penduduk yang semakin tinggi akibat dari laju
pertumbuhan penduduk yang semakin tidak terkendali dapat menimbulkan dampak
atau ledakan yang cukup besar pula pada laju perekonomian dan sosial dari suatu
negara. Adapun beberapa dampak yang sering muncul dalam laju perekonomian dan sosial
ialah sebagai berikut :
1.
Kerentangan Pangan
Ledakan
populasi yang rentan terhadap kerentanan pangan. Dengan adanya kepadatan penduduk, kebutuhan akan makanan dan udara akan meningkat,
sementara sumber daya terbatas. Akibatnya, terjadi kerentanan pangan di mana
makanan yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan semua orang. Dilansir dari Food
and Agriculture Organization of the United Nations , hampir 1.000 juta orang
tidak mendapatkan cukup makanan dan lebih dari 400 juta mengalami kekurangan
gizi kronis. Belum lagi fakta bahwa jutaan anak meninggal karena gizi buruk
seiap tahunnya. Kerentanan pangan artinya pasokan makanan lebih sedikit dari
permintaan. Hal ini juga dapat menyebabkan kenaikan harga bahan-bahan pangan.
2.
Sempitnya lapangan pekerjaan
Dampak
kepadatan penduduk di bidang sosial ekonomi selanjutnya adalah sempitnya lapangan pekerjaan. Semakin banyak penduduk,
artinya semakin banyak orang yang memerlukan pekerjaan. Jika penawaran kerja
masih tetap sama, maka akan memepersempit lapangan pekerjaan juga kemungkinan
untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga akan menimbulkan banyak dampak.
3.
Meningkatnya Kemiskinan
Menurut Khodijah Ishak dalam jurnal berjudul Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pengangguran dan Inflikasinya terhadap Indeks Pembangunan di
Indonesia (2018), menyebabkan seseorang tidak memiliki pendapatan dan mendorong
mereka jatuh ke jurang kemiskinan. Sehingga sempitnya lapangan pekerjaan dan
masalah pada kondisi harga pangan tinggi akan menyebabkan kemiskinan.
Kemiskinan kemudian memberikan banyak dampak buruk lainnya bagi masyarakat.
Adapun, kemiskinan dapat tidak dapat memenuhi kebutuhannya apalagi membayar
membayar (karena penghasilan yang juga di bawah rata-rata). Sehingga, secara
tidak langsung akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.
4.
Meningkatnya angka kriminalitas
Meningkatkan dan
kemiskinan dapat turut serta dalam meningkatkan tidakan kriminal. Salah satu
alasan terjadinya kriminalitas dalam dorongan keinginan untuk memenuhi
kebutuhan dirinya sendiri maupun keluarganya.
5.
Meningkatnya kebutuhan fasilitas sosial
Kepadatan penduduk selain meningkatkan kebutuhan pangan juga
meningkatkan kebutuhan fasilitas sosial. Misalnya fasilitas kesehatan,
pendidikan, olahraga, pemakaman, pasar, rekreasi, dan juga tempat ibadah.
6. Meningkatnya jumlah pekerja anak
Dilaporkan dari UNICEF, saat ini ada sekitar 150 juga anak di bawah umur yang menjadi pekerja. Kemiskinan dan pendidikan menyebabkan anak-anak tersebut menjadi pekerja di bawah umur demi memenuhi kebutuhan hidupnya ataupun membantu keluarganya.
2.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Kepadatan Penduduk
Angka
dari pertumbuhan penduduk merupakan sebuah tingkat pertambahan di suatu wilayah
maupun negara pada suatu jangka waktu tertentu. Pertambahan penduduk merupakan perubahan
jumlah penduduk maupun pertambahannya serta penurunannya yang di sebabkan dari
beberapa faktor di bawah ini :
1)
Kematian (mortalitas)
Banyak sekali yang menjadi
faktor penyebab dari kematian ini, biasanya dipengaruhi usia, lingkungan
sekitar, tempat tinggal dimana ada tidaknya sarana prasarana yang menjadi
pendukung kehidupan. Contohnya seperti makanan, kebersihan, kesehatan. Selain
faktor tersebut bisa dipengaruhi dari kejadian besar seperti bencana alam yang
tidak terduga lainnya.
Biasanya
faktor ini memiliki persentase rendah. Jika kematian bertambah maka angka
kependudukan pun akan berkurang, namun sebaliknya bila angka kematian menurun
maka akan menambah juga angka kependudukan karena angka kelahiran melonjak
secara drastis. Kematian merupakan hilangnya tanda-tanda akan kehidupan manusia
secara permanen.
2)
Kelahiran (Fertilitas)
Faktor
dari kelahiran ini bisa disebut menjadi faktor penyebab utama terjadinya
pertumbuhan penduduk pada dunia ini karena dengan rata-rata pertumbuhan dari penduduk
adalah sebab tingginya angka kelahiran yang dibandingkan angka kematian karena
masih tertanamnya sebuah ideologi tertentu yang menganjurkan harus memiliki
banyak anak. Apabila dengan kelahiran dapat dipercepat dengan teknologi
kesehatan, sehingga otomatis kenaikan pada penduduk pun semakin dapat meningkat
secara drastis dikarenakan bertambahnya angka kelahiran. Kelahiran yang
bersifat menambah jumlah penduduk serta faktor yang dapat menghambat kelahiran
(anti natalitas) serta mendukung kelahiran (pro natalitas).
a.
Faktor Pendukung
Kelahiran (Pro natalitas)
Pernikahan pada usia muda,
yang disebabkan ada anggapan bila bahwa terlambat kawin mengakibatkan keluarga
akan malu. Anak yang sering dianggap sebagai sebuah sumber tenaga untuk bisa
membantu orang tua. Selanjutnya, dengan anggapan bahwa banyak anak banyak
rejeki serta anak akan menjadi kebanggaan bagi orang tua.
b.
Faktor Penghambat
Kelahiran (Anti natalitas)
Ada
sebuah program keluarga berencana yang bisa mendukung pembatasan jumlah anak,
serta adanya ketentuan pada batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16
tahun serta bagi laki-laki yang minimal berusia 19 tahun. Adanya pembatasan
pada pegawai negeri yaitu hanya diizinkan memiliki 2 anak. Penundaan kawin
hingga selesai pendidikan serta sampai diizinkan unutk memperoleh pekerjaan.
3)
Migrasi
Migrasi merupakan sebuah
peristiwa berpindahnya suatu kelompok dari suatu daerah ke daerah lainnya.
Banyak kasus, suatu kelompok bermigrasi untuk dapat mencari sumber cadangan
makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan yang terjadi karena kepadatan
penduduk. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yang
disebut mobilitas.
Pengertian
mobilitas ini memiliki arti yang lebih luas daripada migrasi karena mencakup
perpindahan sebuah wilayah secara permanen serta sementara. Tinjauan dari
migrasi secara regional amatlah penting dilakukan khususnya terkait pada
kepadatan serta pemerataan penduduk yang tidak merata.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pertumbuhan penduduk
berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek
dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi,
ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu
para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan
kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.Jumlah
penduduk jika sudah terjadi sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Terdapat dua
hal yang dapat dilakukan agar jumlah penduduk yang besar akan berdampak positif
bagi perekonomian. Pertama jika pengaruh neto (net effect) bersifat positif,dimana
produktivitas lebih besar dibandingkan dengan konsumsi, maka penduduk akan berdampak
positif bagi perekonomian. Kedua, pertumbuhan ekonomi akan semakin terakselerasi
jika fungsi pertumbuhan perekonomian diupayakan bersifat increasing return to scale
(IRS). IRS didapat dengan peningkatan perkembangan teknologi (technological progress
3.2
Rekomendasi
· Melaksanakan sosialisasi pengendalian penduduk untuk mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan terutama pada Pasangan Usia Subur maupun kepada generasi muda melalui media massa baik cetak maupun elektronik.
1.Meningkatkan capacity building bidang kependudukan dan KB kepada seluruh SKPD pengampu program Kependudukan dan Keluarga Berencana
2.Melaksanakan pembinaan dan peningkatan kesertaan Ber-KB dari tingkat kota/ kabupaten sampai tingkat desa/ kelurahan
3.Mengoptimalkan Program Pengendalian Kuantitas Penduduk dengan menjalin kemitraan yang kuat dengan lembaga pemerintah yang lain, Perguruan Tinggi, Forum Antar Umat Beragama serta lembaga-lembaga yang konsen terhadap program ini.
4.Melaksanakan program transmigrasi.
5.Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
6.Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

Komentar
Posting Komentar